Melanjutkan ditulisan sebelumnya mengenai bahasan: Perbedaan Persediaan Sitim Periodik Dengan Perpetual pada perusahaan dagang, bagaimana jika ada retur pembelian atau diskon Pembelian? dan bagaimana jika ada retur penjualan dan diskon penjualan? Berikut penjelasannya:
Cara Menjurnal Retur Pembelian Dan Diskon Pembelian Dengan Sistem Periodik Dan Perpetual Pada Perusahaan Dagang
Perusahaan yang menerapkan sistim periodik, disamping menggunakan akun “Pembelian” yang bersaldo debet mereka juga menggunakan 2 kontra akun pembelian (bersaldo kredit) yang diberi nama “Retur Pembelian” dan “Diskon Pembelian”. Jika ada pembelian yang dikembalikan (retur pembelian) atau memperoleh potongan, maka kontra akun ini menjadi pengurang nilai “Pembelian”. Hasil silang saldo “Pembelian” dan kedua kontra akun ini menghasilkan apa yang disebut dengan “Pembelian Bersih”. Bagaimanapun juga, semua slado akun ini yaitu: Pembelian, Diskon Pembelian dan Retur Pembelian bersifat sementara saja, nantinya akan dihapus degan jurnal penyesuaian di akhir periode.
Untuk lebih jelasnya lihat contoh transaksi sebagai berikut: Pada tanggal 7 April 2022, karena adanya kerusakan dalam pengiriman, maka PT SAU mengembalikan pembelian barang dari PT SAN, yaitu: 200 units @ Rp 240.000 = Rp 48.000.000.
Jika PT SAU menerapkan sistim perpetual, maka PT SAU akan mengakui penurunan nilai utang sekaligus langsung mengakui penurunan nilai persediaan, dengan jurnal sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 7 April 2022 | Utang Dagang-PT SAN | 48.000.000 | |
| ‘Persediaan | 48.000.000 |
Catatan: Pengembalian barang mengurangi nilai persediaan sebesar Rp 48.000.000, dan Utang dagang pun ikut berkurang dengan nilai yang sama yaitu Rp 48.000.000.
Jika PT SAU menerapkan sistim periodik, maka jurnalnya adalah sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 7 April 2022 | Utang Dagang-PT SAN | 48.000.000 | |
| Retur Pembelian | 48.000.000 |
Catatan: Retur pembelian mengurangi pembelian.
Bagaimana Jika Terjadi Diskon Pembelian?
Jika PT SAU menerapkan sistim perpetual, maka PT SAU akan mengakui penurunan nilai utang sekaligus langsung mengakui penurunan nilai persediaan, dengan jurnal sbb:
Sebagai contoh di Bulan yang sama yaitu pada tanggal 11 April 2022, PT SAU membeli barang lagi kepada PT SAN, yaitu: 900 units@240.000 sebesar Rp 216.000.000 dengan termin kredit (2/10, n/30). Karena PT SAU bisa melakukan pelunasan seminggu setelah pembelian, maka PT SAU memperoleh diskon 2%. Lalu Bagaimana jurnalnya?
Jika PT SAU menerapkan sistim perpetual, maka saat pembelian menjurnal:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 11 April 2022 | ‘Persediaan | 216.000.000 | |
| Utang Dagang-PT SAN | 216.000.000 |
Pada saat pembayaran tagihan, melihat contoh diatas dengan termin kredit (2/10, n/30) dan PT SAU bisa melakukan pelunasan seminggu setelah pembelian yaitu pada tanggal 17 April 2022 memperoleh diskon sebesar Rp 4.320.000= (2% x 216.000.000) di jurnal sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 17 April 2022 | Utang Dagang-PT SAN | 216.000.000 | |
| ‘Persediaan | 4.320.000 | ||
| Kas/Bank | 211.680.000 |
Catatan: Saat pelunasan, diskon Rp 4.320.000 tersebut sekaligus diakui sebagai pengurang nilai persediaan.
Jika PT SAU menerapkan sistim periodik, maka pada saat pembelian jurnalnya adalah sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 7 April 2022 | Pembeliaan | 216.000.000 | |
| Utang Dagang-PT SAN | 216.000.000 |
Diskon yang diperoleh tidak diakui sebagai pengurang nilai persediaan perlu di ingat: sistim periodik tidak mencatat persediaan tetapi “pembelian”, melainkan dicatat sebagai “Diskon Pembelian”. Sehingga jurnalnya ketika melakukan pelunasan adalah sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 17 April 2022 | Utang Dagang-PT SAN | 216.000.000 | |
| Diskon Pembelian | 4.320.000 | ||
| Kas/Bank | 211.680.000 |
Cara Menjurnal Retur Penjualan Dan Diskon Penjualan Dengan Sistem Periodik Dan Perpetual Pada Perusahaan Dagang
Transkasi lainnya yang terkait dengan persediaan adalah retur penjualan dan diskon penjualan. Pada transaksi ini, baik sistim perpetual maupun sistim periodik sama-sama meggunakan akun yang diberi nama “Retur Penjualan” dan “Diskon Penjualan” yang kedua-duanya merupakan kontra dari akun penjualan (bersaldo debet), bedanya hanya di pengakuan “Harga Pokok Penjualan”. Pada sistim perpetual retur penjualan, disamping mengakui penurunan piutang dagang dan penurunan penjualan (dengan akun “retur penjualan”) juga mengakui penurunan harga pokok penjualan dan persediaan. Sedangkan pada sistim periodik, tidak. Sebagai contoh sebagai berikut:
Pada tanggal 25 April 2022 PT SAU menerima barang kembali karena rusak dari PT NLW sebanyak 400 units dengan harga Rp 480.000 senilai Rp 192.000.000. Harga Pokok Penjualan barang yang diretur tersebut adalah 400 units@Rp 240.000= Rp 96.000.000.
Jika menggunakan sistem perpetual, maka PT SAU, akan mencatat retur penjualan tersebut dengan sepasang jurnal:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 25 April 2022 | Retur Penjualan | 192.000.000 | |
| Piutang Dagang-PT NLW | 192.000.000 |
Dan jurnal untuk mengakui persediaan dari retur penjualan sekaligus mengurangi harga pokok penjualan tersebut adalah:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 25 April 2022 | ‘Persediaan | 96.000.000 | |
| Harga Pokok Penjualan | 96.000.000 |
Sedangkan jika menggunakan sistim periodik, untuk mengakui retur penjualan PT SAU hanya memasukan satu jurnal saja, yaitu:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 25 April 2022 | Retur Penjualan | 192.000.000 | |
| Piutang Dagang-PT NLW | 192.000.000 |
Catatan: Sistim periodik baru akan menghitung saldo persediaan dan mengakui harga pokok penjualan di akhir periode setelah penghitungan fisik dilakukan.
Bagaimana pencatatannya bila terjadi diskon penjualan pada Sistim perpetual dan sistim periodik?
Sistim perpetual dan sistim periodik memasukan jurnal yang sama persis untuk pelunasan yang mengandung diskon penjualan.
Melanjutkan transaksi penjualan pada tulisan sebelumnya yaitu: Perbedaan Persediaan Sitim Periodik Dengan Perpetual, PT SAU memberikan diskon 2% termin (2/10, n/30) ke PT NLW sebesar Rp 23.040.000 (2% x 1.152.000.000) atas penjualan tanggal 21 April 2022 yaitu: 2.400 units@Rp 480.00= Rp 1.152.000.000, dan PT NLW membayar tagihan tersebut pada tanggal 27 April 2022. Dijurnal sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 27 April 2022 | Kas/Bank | 1.128.960.000 | |
| Diskon Penjualan | 23.040.000 | ||
| Piutang Dagang-PT NLW | 1.152.000.000 |
Efektifitas pengawasan terhadap barang persediaan berimplikasi besar terhadap pengelolaan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Terutama di perusahaan dagang dan manufaktur, sebagian besar kekayaan (asset) perusahaan ada di persediaan, entah itu berupa bahan baku, bahan penolong, barang dalam proses maupun barang jadi. Diantara banyaknya beban yang ditanggung oleh operasional perusahaan, penggunaan persediaan cenderung mendominasi. Jika scope-nya dipersempit, persediaan bahkan mengkonsumsi modal kerja (working capital) paling besar. Itu sebabnya, bagi manajemen perusahaan, pemilihan sistim persediaan yang akan diterapkan (apakah menggunakan sistim perpetual atau periodik) menjadi sangat krusial.
(Sumber: JAK)ns
Related Posts
Siklus Pendapatan (Penjualan) dan Pembelian (Utang)
Asumsi, Prinsip dan Konstrain Yang Digunakan Dalam Akuntansi

Helⅼo there, jսst became aԝare of your blog through Google, and found that it’s rеaⅼly informative.
I’m ɡoing to watch out for brussels. I’ll appreciate if you ⅽontinue
thіs in future. Numerous ρeople will be benefited from your writing.
Cheers!
my web blog :: fintechbase