A. Apa itu Akun Menurut Akuntansi?
Akun merupakan tempat atau pos yang digunakan untuk menampung transaksi-transaksi keuangan yang disusun secara kronologis berdasarkan sifat dan kriterianya yang sudah terklasifikasi. Penggolongan akun sangat membantu perusahaan untuk melihat transaksi-transaksi apa saja yang telah dicatat dan berapa besar jumlah transaksi yang telah dilakukan, Misalnya:
1. Akun/pos “Kas” – Penampung transaksi-transaksi dalam bentuk kas (tunai).
2. Akun/pos “Bank” – Penampung transaksi-transaksi dalam bentuk giro dan cek.
3. Akun/pos “Piutang Usaha” – Penampung transaksi-transaksi dalam bentuk penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit.
4. Akun/pos “Peralatan” – Penampung transaksi-transaksi peralatan.
5. Akun/pos “Utang Usaha” – Penampung transaksi-transaksi atas pembelian suatu barang atau jasa secara kredit.
6. Akun/pos “Modal” – Penampung transaksi-transaksi yang berasal dari investor maupun kreditor.
7. Akun/pos “Pendapatan” – Penampung transaksi-transaksi penghasilan yang berasal dari aktivitas utama suatu perusahaan.
8. Akun/pos “Gaji Karyawan” – Penampung transaksi-transaksi biaya gaji karyawan, dan seterusnya.
B. Kode Akun
Kode akun adalah pemberian kode untuk setiap akun-akun akuntansi. Fungsi kode akun adalah mempermudah pencatatan transaksi, pengelompokkan dan pengarsipan setiap akun. Dengan melakukan pengklasifikasian suatu akun, pencatat transaksi tidak perlu mengingat seluruh akun, melainkan cukup kodenya saja yang telah tersusun secara sistematis. Penyusunan kode akun dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, Salah satunya yang biasa digunakan perusahaan adalah mengklasifikasikan akun dengan sistem kelompok.
Pemberian kode akun kelompok dilakukan secara logis, yaitu setiap akun diberi akun tersendiri untuk mempermudah pencatatan dan membedakan dengan kelompok akun yang lain. Klasifikasi akun dengan kode kelompok dapat disusun secara berurutan berdasarkan kriteria masing-masing. Panjangnya nomor akun yang akan dibuat, semakin kebelakang maka semakin detail pula menjelaskan kelompok akun tersebut. Sebagai contoh dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
| Kode Akun | Nama Akun | Kelompok | Golongan |
|---|---|---|---|
| 1101.001 | Kas Kecil | Harta Lancar | Assets |
| 1102.001 | Bank | Harta Lancar | Assets |
| 1121.001 | Piutang Usaha | Harta Lancar | Assets |
| 1131.001 | Peralatan | Harta Lancar | Assets |
| 2121.001 | Utang Usaha | Utang Lancar | Liabilities |
| 3100.000 | Modal PT Sau | Modal | Equity |
| 4100.001 | Pendapatan | Pendapatan Usaha | Revenue |
| 5100.001 | Biaya Gaji | Biaya Operasional | Expenses |
C. Jenis-Jenis Dan Nama Akun Dalam Akuntansi
Secara keseluruhan akun-akun dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu:
1. Akun NOMINAL (Nominal Accounts) adalah akun yang hanya dipergunakan dalam suatu periode saja, kemudian ditutup pada akhir periode dan disajikan dalam Laporan Laba Rugi. Dengan kata lain nilai saldo semua akun “DiNol-kan” dengan cara: mendebit akun “Pendapatan”, dan mengkredit akun HPP dan “Biaya Operasional” dengan akun “Laba Rugi”. Kelompok akun ini kemudian dibagi menjadi beberapa sub-kelompok, yaitu:
a. Akun sub-kelompok “Pendapatan Usaha” (Operating Revenue)
Pendapatan Usaha adalah penghasilan dari aktivitas utama suatu perusahaan. Contoh: Pendapatan dari penjualan barang atau jasa. Terdiri dari akun yang diberi nama:
- Penjualan (Sales) – Untuk menampung transaksi penjualan.
- Retur Penjualan (Sales Return) – Untuk menampung transaksi retur penjualan atau barang kembali.
- Pendapatan Lain-lain (other revenue) – Untuk menampung penghasilan yang diperoleh dari kegiatan di luar aktivitas utama suatu perusahaan seperti pendapatan bunga dan penjualan asset perusahaan.
b. Akun sub-kelompok “Harga Pokok Penjualan” (Cost of Goods Sold)
Harga Pokok Penjualan adalah jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Terdiri dari akun yang diberi nama:
- Biaya Gaji Karyawan Produksi – Upah bagi karyawan bagian produksi.
- Biaya Lembur Produksi – Upah lembur bagi karyawan bagian produksi.
- Biaya Transport – Transport pengiriman barang ke pembeli, baik sample maupun produksi.
- Biaya Listrik – Penggunaan listrik yang dialokasikan untuk aktivitas produksi.
- Biaya Iklan – Pengeluaran untuk promosi produk barang atau jasa melalui beragam media.
- Biaya Penyusutan Mesin – Penyusutan mesin di produksi.
- Biaya Pemeliharaan Mesin – Pemeliharaan mesin di produksi.
c. Akun Sub-Kelompok “Biaya Operasional” (Operating Expenses)
Biaya Operasional adalah biaya-biaya yang tidak berkaitan langsung dengan produk perusahaan namun berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan disetiap harinya. Terdiri dari akun yang diberi nama:
- Gaji Karyawan Kantor – Gaji karyawan tetap disemua bagian.
- BPJS TK&Kesehatan – Jaminan sosial bagi karyawan yang telah menjadi peserta.
- Stationary&Supplies – Penggunaan stationary dan supplies seluruh bagian, termasuk tinta printer, kertas, alat tulis kantor (ATK) dll.
- Penyusutan Bangunan Kantor – Penyusutan bangunan kantor dan bangunan-bangunan lain.
- Pemeliharaan Bangunan Kantor – Perawatan untuk bangunan kantor.
- Penyusutan Peralatan Kantor – Penyusutan peralatan yang tidak digunakan untuk aktivitas produksi, termasuk di dalamnya komputer dan AC di seluruh bagian).
- Pemeliharaan Peralatan Kantor – Perawatan untuk peralatan kantor diseluruh bagian perusahaan.
- Pemeliharaan Furniture – Perawatan untuk furniture (meja, kursi, lukisan, dll) di seluruh bagian perusahaan.
- Penyusutan Kendaraan – Penyusutan kendaraan operasional kantor, termasuk kendaraan yang digunakan oleh executive, manajer, dan karyawan di seluruh bagian.
- Pemeliharaan Kendaraan – Perawatan kendaraan operasional termasuk STNK&KIR.
- Asuransi – Biaya asuransi bangunan.
- Listrik Kantor – Listrik yang digunakan untuk keperluan kantor termasuk aktivitas-aktivitas yang tidak ada dibagian produksi.
- Telepon – Penggunaan telepon di seluruh bagian (fixed line dan cellular), termasuk penggunaan smart phone yang digunakan oleh executive, manager dan karyawan yang ditanggung oleh perusahaan.
- Perjalanan Dinas – Biaya-biaya yang timbul akibat aktivitas perjalanan dinas termasuk ticket, akomodasi&transportasi.
- Lain-Lain – Biaya-biaya operasional yang tidak bisa digolongkan kedalam akun yag telah ada.
2. Akun RIIL (Real Account) yaitu akun-akun yang akan tercatat terus-menerus dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi berikutnya. Teknisnya, saldo akhir di suatu periode akan menjadi saldo awal di periode berikutnya. Kelompok akun ini kemudian dibagi menjadi beberapa sub-kelompok, yaitu:
a. Sub-Kelompok “Aktiva Lancar” (Current Assets)
Aktiva lancar merupakan aktiva yang berupa kas maupun aktiva-aktiva lain yang diharapkan dapat dikonsumsi, dijual atau dikonversi menjadi kas dalam satu siklus operasi perusahaan. Terdiri dari akun yang diberi nama:
- Kas Kecil – Aset berupa uang tunai baik itu uang kertas dan uang logam yang disimpan secara fisik di dalam perusahaan (selain check).
- Bank – Aset berupa kas yang ada di bank baik dalam bentuk cek maupun giro.
- Surat-Surat Berharga – Aset berupa investasi perusahaan yang dapat dicairkan dalam waktu yang relatif singkat pada saat perusahaan membutuhkan dana.
- Piutang – Aset berupa tagihan kepada pihak lain yang timbul dari operasional normal perusahaan, termasuk: piutang pada pelanggan, piutang pada perusahaan affiliasi, piutang pada karyawan (staf, manager, eksekutif).
- Persediaan – Aset berupa barang dagang yang akan diolah ke tahapan proses produksi selanjutnya atau dijual kembali.
- Biaya Dibayar Dimuka – Aset yang timbul akibat pembayaran dimuka untuk biaya yang manfaatnya tidak habis terpakai dalam satu periode.
b. Sub-Kelompok “Aset Tak Lancar” (Non-Current Assets) – Aset tak lancar adalah aset (kekayaan perusahaan) yang tidak memenuhi kriteria yang disebutkan dalam kelompok “aset lancar”. Masuk dalam sub-kelompok ini adalah akun-akun yang diberi nama:
- Investasi Jangka Panjang – Aset berupa investasi yang disimpan hingga jatuh tempo, yang biasanya berjangka waktu panjang.
- Property Investasi – Aset berupa property (tanah, bangunan/gedung) yang diperoleh bukan untuk digunakan dalam operasional perusahaan secara normal, melainkan untuk mendapat keuntungan tertentu, misalnya dengan cara disewakan atau dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
- Tanah – Aset berupa tanah atau lahan yang digunakan untuk operasional perusahaan.
- Gedung atau Bangunan – Aset berupa bangunan yang digunakan untuk operasional perusahaan, mulai dari tempat parkir, post satpam, gudang, pabrik, kantor, dan lain sebagainya.
- Mesin – Aset berupa mesin yang digunakan untuk operasional perusahan, mesin apapun itu. Artinya semua mesin di seluruh bagian.
- Peralatan Kantor – Aset berupa peralatan yang digunakan untuk menunjang kelancaran aktivitas operasional perusahaan. Artinya semua peralatan di seluruh bagian.
- Kendaraan – Aset berupa kendaraan yang dimiliki dan digunakan untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan, termasuk kendaraan-kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat.
- Aset Tak Berwujud – Aset yang tidak memiliki wujud fisik namun dapat dinilai dengan satuan uang. Misalnya: goodwill, merk dagang, hak paten&hak cipta.
c. Sub-Kelompok “Utang Lancar” (Current Liabilities) – Kewajiban yang jatuh tempo dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau siklus operasi perusahaan. Masuk dalam sub-kelompok ini adalah akun-akun yang diberi nama:
- Utang Usaha – Utang perusahaan atas pembelian suatu barang atau jasa secara kredit.
- Utang Pajak – Utang pajak yang masih harus dibayar berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan.
- Pendapatan Diterima Dimuka – Pendapatan yang telah diterima perusahaan namun belum dapat diakui sebagai pendapatan karena jasanya belum diberikan.
- Biaya Yang Masih Harus Dibayar – Biaya yang telah terjadi, namun sampai dengan akhir periode biaya tersebut belum dibayar. Misalnya, biaya gaji yang masih harus dibayar&biaya sewa yang masih harus dibayar.
d. Sub-Kelompok “Utang Tak Lancar” (Non-Current Liabilities) – Kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang tidak bisa diselesaikan dalam satu siklus operasi perusahaan atau satu tahun buku. Masuk dalam sub-kelompok ini adalah utang yang diberi nama:
- Utang Bank Jangka Panjang – Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan yang digunakan untuk kredit investasi atau perluasan usaha.
- Utang Hipotik – Pinjaman jangka panjang dengan jaminan seperti tanah dan gedung.
- Utang Obligasi – Pinjaman jangka panjang yang terjadi akibat diterbitkannya obligasi oleh suatu perusahaan.
e. Sub-Kelompok “Ekuitas Pemegang Saham” (Shareholder’s Equity) – Adalah sumber permodalan dari suatu perusahaan yang berasal dari investor maupun kreditor. Masuk dalam subkelompok ini adalah akun-akun yang diberi nama:
- Modal Saham – Modal yang disetor oleh pemegang saham.
- Tambahan Modal Disetor – Yang terdiri dari selisih antara harga jual dan harga nominal saham, serta sumbangan.
- Laba Ditahan – Laba sisa tahun yang lalu atau laba yang tidak dibagikan dalam bentuk dividen.
Kesimpulan
- Akun adalah penampung transaksi-transaksi keuangan yang sudah terklasifikasi.
- Akun-akun di kelompokan ke dalam sub-sub akun.
- Sekumpulan sub-akun membentuk jenis akun (Nominal dan Riil) yang juga menjadi komponen utama laporan keuangan (Laba Rugi dan Neraca).
(Sumber:JAK)ns
Related Posts
Siklus Pendapatan (Penjualan) dan Pembelian (Utang)
Asumsi, Prinsip dan Konstrain Yang Digunakan Dalam Akuntansi
