Teknologi

Perkembangan Kereta Api dari Era ke Era

Asal usul Kereta Api mulanya dikenal dengan kereta kuda yang hanya terdiri dari satu kereta (rangkaian), kemudian dibuatlah kereta yang menarik lebih dari satu rangkaian serta berjalan di jalur tertentu yang terbuat dari besi (rel), dan digunakan khususnya di daerah pertambangan tempat terdapat lori yang dirangkaikan dan ditarik dengan tenaga kuda.

Ilustrasi Kereta Tenaga Kuda sumber (Commons Wikimedia)

Di era revolusi industri dan telah ditemukannya mesin uap, Richard Trevithick menjadi pelopor awal transportasi jalan dan kereta api bertenaga uap. Kontribusinya yang paling signifikan adalah pengembangan mesin uap bertekanan tinggi pertama, dan juga membangun lokomotif uap kereta api skala penuh pertama. Mesin lokomotif uap yang dirangkaikan dengan kereta dapat membawa 10 ton besi di sepanjang jalur trem di Merthyr Tydfil ke Abercynon, Wales. 

Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan lokomotif uap yang lebih efektif, berdaya besar, dan mampu menarik rangkaian yang lebih banyak.

Teknologi perkeretaapian semakin terus berkembang masa ke masa dari yang memakai tenaga uap air yang dihasilkan dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar atau batubara  kemudian memakai listrik dan diesel.

Ilustrasi Gambar: Kereta Api Uap oleh Richard Trevithick (Wikimedia Commons)

Dikutip dari situs kai.id, sedangkan sejarah perkeretaapian Indonesia sendiri dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele pada tanggal 17 Juni 1864. Selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh (1876), Sumatera Utara (1889), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), dan Sulawesi. 

Jalur kereta api Surabaya-Pasuruan sepanjang 63 km menjadi jalur kereta api pertama milik perusahaan Negara Staatssporwegen (SS). (Sumber: media-kitlv.nl)
Stasiun Pemberhentian Kereta
Kereta Api Penumpang

Seiring berjalannya waktu perkeretaapian di Indonesia pun ikut mengikuti perkembangan zaman. Lokomotif yang pada dahulu menggunakan tenaga uap berubah menjadi tenaga diesel. Lokomotif diesel adalah jenis lokomotif yang bermesin diesel dan umumnya menggunakan bahan bakar mesin dari solar. Ada dua jenis utama kereta api diesel ini yaitu kereta api diesel hidraulik dan kereta api diesel elektrik.

Kereta Rel Listrik, disingkat KRL, merupakan kereta rel yang bergerak dengan sistem propulsi motor listrik. Di Indonesia, kereta rel listrik terutama ditemukan di kawasan Jabotabek, dan merupakan kereta yang melayani para komuter (lihat KRL Jabotabek). Kereta rel listrik berbeda dengan lokomotif listrik.

Pada saat ini kereta rel listrik melayani jalur-jalur Jakarta Kota ke Bekasi, Depok dan Bogor, Tangerang, dan Serpong, serta trayek melingkar dari Manggarai, Jatinegara, Pasar Senen, Kampung Bandan, Tanah Abang, ke Manggarai lagi dan sebaliknya. Di masa depan direncanakan bahwa KRL akan melayani pula stasiun Cikarang. Selain itu, jalur rel ganda dari Tanah Abang Menuju serpong telah selesai beberapa tahun yang lalu, sedangkan dari Manggarai sampai dengan Cikarang masih akan ditingkatkan menjadi Double-Double-Track. Manggarai sendiri akan menjadi Stasiun induk untuk Kereta Jabotabek dan kereta Bandara.

KRL Commuter From Wikipedia, the free encyclopedia

Kereta Api merupakan moda transportasi yang sangat efisien selain hemat, juga mampu mengangkut banyak penumpang serta barang. Pada hari lebaran Idhul Fitri,Idhul Adha dan libur panjang lainnya banyak orang Indonesia mudik terutama pulau jawa menggunakan moda transportasi massal ini, karena selain murah juga tepat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *