Akuntansi

Format Laporan Keuangan (Financial Report)

Transaksi-transaksi keuangan yang terjadi sehari-hari, harus dicatat, digolongkan dengan sebaik mungkin dan pada akhir periode akan dilaporkan sebagai laporan pertanggungjawaban yang informatif. Pada akhir periode akuntansi, perusahaan harus menyusun laporan keuangan yang diperuntukkan bagi pemakai laporan, baik dari pihak eksternal maupun internal. Umumnya, laporan keuangan terdiri atas sbb:

1. Laporan Neraca (Balance Sheet)

Neraca sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan” yang dicatat dan disusun secara sistematis pada periode tertentu. Neraca merupakan pengikhtisaran dari persamaan akuntansi yaitu: “Harta = Utang + Modal”, itulah isi utama dari sebuah neraca. Bentuk laporan neraca itu sendiri ada 2 yang lumrah digunakan, yaitu:

  • Bentuk skontro (T-Account): Kelompok “Harta” diletakkan di sisi kiri, sementara kelompok “Utang dan Modal” di sisi kanan laporan.
  • Bentuk staffel (Report Form): Kelompok “Harta” diletakan di bagian atas laporan, diikuti oleh kelompok “Utang dan Modal” di bawahnya.

Berikut contoh penyusunan neraca dalam transaksi keuangan pada Loundry Junilla dalam bentuk skontro (T-Account) adalah sbb:

Dari contoh neraca diatas kita bisa melihat posisi keuangan pada Loundry Junilla dan memperoleh informasi sbb: 

Harta kotor dalam contoh ini adalah sebesar Rp 82.062.500, jika dibandingkan dengan total utang yang sebesar Rp 10.000.000, masih ada selisih harta sebesar Rp 72.062.500. Selisih yang Rp 72.062.500 inilah yang disebut dengan Harta Bersih (Net Asset).

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi adalah ikhtisar mengenai kinerja perusahaan dalam rangka memperoleh penghasilan untuk suatu periode tertentu. Laporan laba rugi didasari oleh prinsip akuntansi yang disebut prinsip kecocokan (The Matching Principle). Pendapatan biasanya dapat dengan mudah dikaitkan dengan aktivitas usaha secara spesifik yang berhubungan dalam periode waktu tertentu. Setelah pendapatan untuk jangka waktu telah diidentifikasi, akuntan kemudian mencoba untuk menelisik dan mengkaitkan pendapatan dengan semua biaya yang berhubungan dengan periode waktu yang sama dan/atau proses pembentukan pendapatan tertentu. Jumlah ini kemudian “dicocokkan (matched),” maksudnya biaya dikurangkan dari pendapatan untuk menentukan hasil operasi untuk periode tersebut. Hasilnya disebut ‘laba bersih’ jika pendapatan melebihi biaya, dan disebut ‘rugi bersih’ jika biaya-biaya melebihi pendapatan. Penyusunan laporan laba rugi dapat dibuat dalam bentuk sbb:
  • Single Step: menjumlahkan seluruh pendapatan dan menguranginya dengan seluruh biaya yang ada.
  • Multiple Step: pendapatan dan biaya diklasifikasikan menurut sumbernya, yaitu dengan membedakan antara pendapatan dan biaya dari aktivitas utama perusahaan dengan pendapatan dan biaya diluar aktivitas utama perusahaan.

Berikut contoh penyusunan laporan laba rugi dalam transaksi keuangan pada Loundry Junilla dalam bentuk single step adalah sbb:

Dari contoh diatas pada bulan April 2021 pendapatan sebesar Rp 7.000.000 dan biaya-biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 9.937.500, dapat disimpulkan bahwa jumlah biaya melebihi pendapatan, berarti Loundry Junilla mengalami kerugian sebesar Rp 2.937.500.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan Arus Kas merupakan laporan yang menginformasikan arus kas masuk (Inflow) dan arus kas keluar (Outflow) selama suatu periode tertentu. Laporan arus kas harus memberikan informasi tentang sumber dan penggunaan kas, sehingga pemakai laporan dapat mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan kebutuhan untuk menggunakan arus kas tersebut. 

Penyusunan arus kas dimulai dari kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Penjumlahan dari ketiga aktivitas tersebut akan menunjukkan perubahan kas, baik berupa kenaikan maupun penurunan kas untuk suatu periode akuntansi. Penyusunan laporan arus kas dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode berikut:

  • Metode Langsung (Direct Method): melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi perusahaan.
  • Metode Tidak Langsung (Indirect Method): diawali dengan laba perusahaan kemudian disesuaikan dengan pos-pos yang mempengaruhi laporan laba rugi, namun tidak mempengaruhi kas.

Berikut contoh penyusunan laporan arus kas pada Loundry Junilla menggunakan metode tidak langsung adalah sbb:

Dari data yang disajikan di atas saldo kas (akhir) pada 30 April 2021 sebesar Rp 35.000.000 sesuai dengan jumlah kas yang disajikan di neraca.

 

4. Laporan Perubahan Modal (Owner Equity Statement)

Laporan Perubahan modal adalah ikhtisar yang menjelaskan perubahan modal pemilik yang terjadi selama periode akuntansi tertentu, setelah perusahaan melaksanakan aktivitas keuangannya dalam suatu periode tertentu. Penyusunan laporan ini dilakukan setelah laporan laba rugi dibuat, baris dalam laporan menunjukkan kegiatan yang mengakibatkan perubahan dalam kategori utama dari modal pemilik, laba (rugi) bersih dan dividen atau prive. 

Berikut ini contoh penyusunan Laporan Perubahan Modal pada Loundry Junilla:

Modal awal sebesar Rp 80.000.000 adalah investasi pemilik, rugi bersih sebesar Rp 2.937.500 diambil dari laporan laba rugi.

(Dihimpun dari berbagai sumber)ns

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *