Sejarah

Punahnya Kesenian “Samrah” Mempengaruhi Generasi Z

ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya sangat majemuk, terdiri atas banyak suku bangsa. Tidak kurang 500 suku bangsa yang menjadi penduduk Indonesia, tersebar di seluruh kawasan Nusantara. Masing-masing suku bangsa mengembangkan kebudayaannya yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kemajemukan masyarakat bangsa Indonesia ini bukan saja dibentuk karena keberaagaman etnisnya, melainkan juga perbedaannya dalam latar belakang sejarah

1. Pendahuluan

Apa itu samrah?         

Suku Betawi merupakan penduduk asli  Jakarta yang menyimpan banyak kesenian beragam, salah satunya adalah samrah. Arti kata samrah yaitu “samarokh” dari bahasa arab yang artinya berpesta atau berkumpul untuk bersantai. Walaupun samrah tidak sepopuler Gambang Kromong ataupun Lenong , samrah pernah populer pada masanya. Samrah berasal dari melayu dan berkembang di Jakarta pada abad ke 17, hal itu dimungkinkan karena salah satu suku yang menjadi cikal bakal orang betawi adalah melayu.

Gambar 1. Kesenian Samrah (Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Gambar 1. Kesenian Samrah (Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Jenis-jenis 

Samrah ini terdiri dari tonil, musik, juga tari. Tonil adalah jenis seni teater. Seperti jenis teater betawi pada umumnya, tonil samrah merupakan pengembangan dari teater bangsawan dan komedi stambul. Instrumen musik samrah antara lain harmonium, biola, gitar, string, bass, tamborin, marakas, banyo, dan bas betot. Biasanya samrah membawakan nyanyian lagu khas betawi seperti Jali-jali, Kicir-kicir, Lenggang lenggang Kangkung, dan masih banyak lagi. Gerak tariannya mengutamakan  langkah-langkah dan lenggang-lenggok berirama, ditambah dengan gerak-gerak pencak silat yang diperhalus.

2. Pembahasan

Apa itu generasi z?

Gen Z atau generasi Z adalah generasi yang lahir usai era generasi milenial. Mereka lahir pada tahun 1996 hingga 2012. Generasi ini tumbuh di era digital, dengan teknologi yang canggih. Dampak negatif di era digital tersebut bisa menjadi faktor masuknya budaya asing ke dalam Indonesia, generasi masa kini kurang mengenal kesenian khas betawi. Seperti  kesenian samrah yang sudah mulai hilang dari masyarakat Indonesia. Saya sempat mewawancarai beberapa anak, saya bertanya kepada  mereka  tentang kesenian samrah “Kayak pernah dengar sih, tapi saya kurang tau juga.” Ucapkan. salah satu narasumber setempat.

Samrah masa kini

Kondisi kesenian samrah di DKI Jakarta pada saat ini masih ada tetapi cenderung tidak berkembang. Jumlah kesenian samrah dapat dihitung dengan jari, tidak seperti pada masa kejayaannya  di tahun 80-an yang menjamur. Penyebab utama krisisnya kesenian ini karena kurangnya minat masyarakat Indonesia untuk menggelar kesenian samrah.

Gambar2. Samrah Masa Kini (Sumber: https://youtu.be/Fu8mKEEkZyMhttps://youtu.be/Fu8mKEEkZyM)

 

Gambar2. Samrah Masa Kini (Sumber: https://youtu.be/Fu8mKEEkZyMhttps://youtu.be/Fu8mKEEkZyM)

Upaya untuk melestarikan kesenian samrah

Sebagai anak bangsa kita harus melestarikan budaya kita. Jangan sampai generasi kita mudah terpengaruh oleh budaya luar.

Oleh karena itu upaya  yang dapat kita lakukan untuk melestarikan kesenian samrah adalah:

  1. Mempelajari  tentang Kesenian Samrah 
  2. Mengikuti organisasi Kesenian Samrah, yang ada disekitar kita
  3. Berkunjung ke tempat pelestarian Samrah/ Budaya Betawi
  4. Mengajak teman untuk ikut serta melestarikan Kesenian Samrah

3. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa punahnya kesenian samrah dapat mempengaruhi generasi z, karena samrah mengenalkan kita dengan tarian-tarian juga musik asal betawi. Dengan punahnya kesenian ini generasi-generasi penerus bangsa dapat melupakan kesenian samrah begitu saja, dengan kurangnya pengetahuan pada budaya sendiri mereka dapat semakin dipengaruhi oleh budaya luar.

DAFTAR  PUSTAKA

https://youtu.be/Fu8mKEEkZyMhttps://youtu.be/Fu8mKEEkZyM

Channel Youtube Yayasan Benyamin Sueb 005 SAMRAH

http://perpustakaanbpnbjabar.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=337&keywords

Tari Samrah, Kesenian Tradisional Betawi Di DKI Jakarta. Suwardi Alamsyah, Iim Imadudin, Yudi Putu s, Euis Thresnawaty, Nina Merlina, Dian Dianawati, Titan Firman. (2016)

https://www.jakarta-tourism.go.id/news/2018/01/orkes-samrah

Ditulis oleh lail 22 January 2018. ORKES SAMRAH

http://www.setubabakanbetawi.com/id/orkes-sambrah-dan-tonil-sambrah-2/

ORKES SAMRAH BETAWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *