Retur Penjualan
Retur Penjualan adalah pengembalian barang dagang yang dilakukan konsumen atau pihak pembeli karena barang yang dikirim telah rusak, tidak sesuai dengan contoh yang diberikan atau sebab lainnya. Perusahaan biasanya mengirimkan nota retur kepada pembeli. Akun retur penjualan merupakan pengurang piutang dagang karena barang yang tadinya telah dibeli konsumen dikembalikan lagi.
Barang kembali, apapun penyebabnya, adalah kerugian bagi perusahaan. Disamping mengurangi nilai penjualan juga menimbulkan biaya-biaya tambahan, antara lain: besar kemungkinannya biaya pengiriman barang kembali ditanggung oleh perusahaan penjual. Jika itu memerlukan barang pengganti, biaya kirim penggantinya juga mungkin ditanggung oleh perusahaan penjual. Oleh sebab itu, barang kembali harus mendapat penanganan yang serius. Jangan sekali-kali menyepelekannya.
Kembali pada bahasan sebelumnya di: Jurnal Transaksi Penjualan
Bagaimana cara menjurnal retur penjualan?
Contoh: Pada tanggal 25 Agustus 2022 dikirim nota retur kepada PT SWAK di pontianak atas penjualan barang pada tanggal 21 Agustus 2022 akibat rusak, yaitu berupa 2 (unit) komputer, dengan harga Rp 4.000.000 per unit dengan Harga Pokok Penjualan Rp 3.500.000 per unit . Biaya kirim barang kembali melalui ekspedisi si cepat adalah Rp 500.000, ditanggung oleh PT SAU. Transaksi tersebut dibukukan dalam jurnal sbb:
(Catatan: Rp 4.000.000 x 2 = Rp 8.000.000)
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 25 Agust 2022 | Retur Penjualan | Rp. 8.000.000 | |
| Biaya Pengiriman Barang/Ekspedisi | Rp. 500.000 | ||
| Piutang Dagang-PT SWAK | Rp. 8.000.000 | ||
| Kas/Bank | Rp. 500.000 |
Retur penjualan mengakibatkan akun piutang dagang berkurang sehingga berada di kredit dan akun retur penjualan di debet. Dan untuk mencatat Harga Pokok Penjualan jurnalnya adalah sbb: (Catatan: Rp 3.500.000 x 2 = Rp 7.000.000)
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 25 Agust 2022 | ‘Persediaan Barang Dagang | Rp. 7.000.000 | |
| Harga Pokok Penjualan | Rp. 7.000.000 |
Potongan Penjualan (Discount Penjualan)
Cara menjurnal potongan (discount) atas penjualan dan piutang dagang, sedikit lebih rumit dibandingkan mencatat transaksi penjualan dan piutang dagang tanpa diskon. Menjadi lebih rumit karena berimplikasi langsung terhadap pengakuan pendapatan (revenue).
Potongan (discount) atas penjualan biasanya diberikan kepada pelanggan yang melakukan pelunasan piutang dagang lebih cepat dari termin yang telah disepakati. Ini lumrah dilakukan sebagai bagian dari kebijakan perusahaan terutama yang memiliki pelanggan dan jumlah piutang besar guna mengurangi potensi risiko perputaran yang biasanya melambat di masa-masa sulit (krisis keuangan). Persoalan utama pada kasus pemberian diskon atau potongan, piutang dagang, dan pengakuan pendapatan muncul pada saat transaksi penjualan terjadi.
Contoh misalnya, PT SAU mengeluarkan kebijakan termin pembayaran “2/10, n/30”, yang artinya: PT SAU akan memberikan potongan (discount) 2% kepada PT SWAK yang melakukan pelunasan maksimal 10 hari, dan piutang akan jatuh tempo 30 hari setelah barang diserahkan. Melihat transaksi sebelumya yaitu, pada tanggal 21 Agustus 2022, PT SAU menyerahkan 10 unit komputer senilai Rp 40.000.000 (10 x Rp 4.000.000) kepada PT SWAK dengan termin penjualan 2/10, n/30.
Diasumsikan potongan penjualan penjualan (discount) akan diambil meskipun pada kenyataanya belum tentu diambil, maka jurnalnya adalah sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 21 Agust 2022 | Piutang Dagang-PT SWAK | Rp. 39.200.000 | |
| Potongan Penjualan | Rp. 800.000 | ||
| Penjualan | Rp. 40.000.000 |
(Catatan: Potongan penjualan= 2% x Rp 40.000.000 = Rp 800.000)
Jadi apabila kita memberikan potongan penjualan maka akun piutang akan berada di debet, akun potongan penjualan di debet dan akun penjualan di kredit.
Untuk mencatat “Harga Pokok Penjualan” di atas jurnalnya, adalah sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 21 Agust 2022 | Harga Pokok Penjualan | Rp. 35.000.000 | |
| ‘Persediaan Barang Dagang | Rp. 35.000.000 |
Dan selanjutnya, pada tanggal 28 Agustus 2022 (hari ke-7 setelah penyerahan barang=memenuhi syarat mendapatkan potongan penjualan karena PT SWAK telah melunasi sebelum hari ke-10) diterima pelunasan tagihan dari PT SWAK senilai Rp 39.200.000 atas penjualan 10 unit komputer tersebut.
Jurnalnya sbb:
| TGL | KETERANGAN | DEBET | KREDIT |
|---|---|---|---|
| 28 Agust 2022 | Kas/Bank | Rp. 39.200.000 | |
| Piutang Dagang-PT SWAK | Rp. 39.200.000 |
Potongan penjualan (discount) akan mengurangi piutang dagang, jadi apabila pembeli melakukan pelunasan maka akun kas/bank akan berada di debet dan akun piutang dagang di kredit.
(Dihimpun dari berbagai sumber)ns
Related Posts
Siklus Pendapatan (Penjualan) dan Pembelian (Utang)
Asumsi, Prinsip dan Konstrain Yang Digunakan Dalam Akuntansi
